Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer
Home » » Kisah Pilu Korban Banjir Pluit

Kisah Pilu Korban Banjir Pluit

Kamis, 24 Januari 2013


Kisah Pilu Korban Banjir Pluit
Ridwanbloggers, Jakarta : Banjir masih menggenang di sebagian wilayah DKI Jakarta. Salah satunya di Pluit, Jakarta Utara. Salah seorang korban banjir, Rohati menceritakan dukanya di tempat pengungsian.

Setelah lebih dari satu jam mengantre bersama ratusan korban banjir, Rohati yang merupakan warga RT02 RW 08 Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara itu tak kebagian selimut untuk anaknya, Warsita (11).

Ibu bertubuh tambun itu kemudian mengungkapkan kekesalan atas sulitnya mendapat bantuan dari posko relawan yang berada di perempatan lampu merah Emporium Pluit.

"Sudah ngantri sejam lebih dapat kaos sama kemeja. Ini buat anak saya yang satu lagi yang SMA, semua bajunya habis kelelep," kata Rohati, di Jakarta, Kamis (25/1/2013).

Dalam tas kertas berukuran 40 x 25 cm dibawa menuju parkiran motor itu, Rohati mencoba menata kembali 3 buah pakaian yang didapatnya.

"Lho ini kain perlak, dilihat tadi dari jauh selimut, ternyata kain. Padahal butuhnya ini selimut, buat Warsita ini, kalau malam mengigil kedinginan. Ini baju baru tadi ganti, untung dikasih sama tetangganya tempat ngungsi," tukasnya sambil menatap nanar kain tipis berukuran 30 x 30 cm.

Rohati yang datang bersama putrinya Rohita dan suaminya Arto adalah korban banjir di Pluit Dalam, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kondisi air di rumahnya masih setinggi 60 cm. Listrik di rumahnya pun masih belum beroperasi.

"Sekarang ngungsi di rumah majikan teman di daerah Tanah Pasir. Ini enggak enak juga di rumah majikan teman, enggak terlalu kenal tapi orangnya baik mau nampung. Bantu doa (agar) airnya cepat surut ya, mbak" ucap perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai PRT ini dengan logat Tegal yang kental.

No Responses to "Kisah Pilu Korban Banjir Pluit"